<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725</id><updated>2011-12-28T07:02:20.183-08:00</updated><title type='text'>AJANG KREASI ANAK BANGSA</title><subtitle type='html'>Untuk berbagi lmu pengetahuan sesamanya. Indahnya kebersamaan, namun tidaklah kita harus selalu bersama, adakalanya kita harus sendiri dan merenung berintropeksi diri.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725.post-8871902491379397617</id><published>2011-09-06T08:55:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T08:56:51.712-07:00</updated><title type='text'>Inilah Alasan Menyalakan Lampu Di Siang Hari Bagi Sepeda Motor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="posttitle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div id="attachment_1136" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://motorbiru.files.wordpress.com/2011/05/07052011005x1.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-1136" title="07052011(005)x" src="http://motorbiru.files.wordpress.com/2011/05/07052011005x1.jpg?w=500&amp;amp;h=375" alt="" height="375" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Dengan menyalakan lampu di siang hari, anda akan semakin mudah terlihat.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah kewajiban menyalakan lampu disiang hari bagi sepeda motor  diumumkan oleh Polri, ternyata masih saja banyak orang yang belum paham  keuntungan dari menyalakan motor di siang hari. Ada yang beralasan  menyalakan motor di siang hari adalah pemborosan energi, ada juga yang  merasa cahaya matahari sudah lebih dari cukup untuk membuat motor  terlihat oleh pengendara lain. Bahkan ada yang mengeluhkan reflektornya  meleleh kepanasan karena terus terusan meyalakan lampu di siang hari.&lt;span id="more-1130"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, apapun alasan untuk tidak menyalakan lampu, tetap saja,  keuntungan menyalakan lampu disiang hari lebih banyak ketimbang  kerugiannya. Salah satunya keselamatan diri kita sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menyalakan lampu akan membuat kehadiran kita mudah di lihat oleh  pengendara lain. Memang, jika tanpa menyalakan  lampu-pun kita masih  bisa terlihat, namun dengan lampu menyala, pengendara lain hanya  membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk melihat kehadiran anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bandingkan kedua foto di bawah ini, mana yang menurut anda lebih  gampang terlihat. Perhatikan foto dibawah dengan sekilas layaknya kita  melihat spion. Motor yang mana yang jelas terlihat?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div id="attachment_1135" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://motorbiru.files.wordpress.com/2011/05/07052011004x1.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-1135" title="07052011(004)x" src="http://motorbiru.files.wordpress.com/2011/05/07052011004x1.jpg?w=500&amp;amp;h=375" alt="" height="375" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Pandangan pengendara mobil ketika melihat motor yang tidak menyalakan lampu dari spion.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div id="attachment_1134" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://motorbiru.files.wordpress.com/2011/05/07052011001x1.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-1134" title="07052011(001)x" src="http://motorbiru.files.wordpress.com/2011/05/07052011001x1.jpg?w=500&amp;amp;h=375" alt="" height="375" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Pandangan pengendara mobil ketika melihat motor yang menyalakan lampu dari spion.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengendara mobil atau motor pasti melihat spion hanya dalam waktu  sangat singkat. Lampu yang menyala akan mempermudah pengendara lain  mendeteksi kehadiran anda melalui spion. Sehingga pengendara yang  melihat anda akan bisa melakukan antisipasi ketika melihat anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena seringkali pengendara motor tidak mampu diterdeteksi oleh  pengendara mobil karena cepatnya motor bergerak. Sehingga tak jarang  mobil dan motor saling bersenggolan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jelas sudah, alasan menyalakan lampu bukan sekedar aturan lalu-lintas  semata. Melainkan salah satu faktor keselamatan yang seharusnya wajib  dilakukan. Maka dari itu, nyalakan lampu sebelum anda celaka karena  tidak terdeteksi oleh kendaraan lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan satu hal lagi, pabrik sudah mendisain lampu motor kita untuk  tahan panas karena dinyalakan terus-terusan. Percayalah, saya sudah  membuktikannya. Kecuali lampu anda imitasi tentunya. (*)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ps : Foto saya ambil sendiri ketika lalu lintas macet tidak bergerak.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565867477073404725-8871902491379397617?l=sutono-hc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/8871902491379397617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2011/09/inilah-alasan-menyalakan-lampu-di-siang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/8871902491379397617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/8871902491379397617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2011/09/inilah-alasan-menyalakan-lampu-di-siang.html' title='Inilah Alasan Menyalakan Lampu Di Siang Hari Bagi Sepeda Motor'/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725.post-6449528992883227307</id><published>2011-04-17T05:55:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T06:13:15.174-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1  style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: left; font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Memunculkan Baris Judul Tabel di tiap Halaman pada aplikasi Microsoft Word 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kita menggunakan &lt;a title="Menambah  baris tabel pada aplikasi Microsoft Word dengan mudah" href="http://laromakomputer.co.cc/167" target="_blank"&gt;fasilitas tabel  pada aplikasi Microsoft Word&lt;/a&gt;, terdapat &lt;strong&gt;row header&lt;/strong&gt;  (baris judul tabel), misalnya pada pembuatan daftar nama, baris judul  tabel ini yaitu nomor, nama, alamat dan tanda tangan. Pada file daftar nama ini misalnya, jumlah halaman  lebih dari satu halaman, maka pada halaman berikutnya tentu  tidak  terdapat baris judul tabel tersebut karena tabel akan bersambung  atomatis pada halaman berikutnya. Yang ada pada halaman berikutnya yaitu  berupa garis-garis tabel tanpa terdapat baris judul tabel (&lt;strong&gt;row  header&lt;/strong&gt;). &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita dapat memunculkan baris judul tabel  (&lt;strong&gt;row header&lt;/strong&gt;) ini tanpa perlu membuat tabel baru pada  halaman berikutnya, dan memunculkan baris judul tabel (&lt;strong&gt;row  header&lt;/strong&gt;) ini tidak menggangu tabel yang telah dibuat, tetapi  berfungsi secara atomatis pada halaman-halaman selanjutnya dari file  word yang kita buat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut cara untuk memunculkan baris  judul tabel pada tiap halaman&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blok row header&lt;/strong&gt; (baris judul tabel) yang akan  dimunculkan pada tiap halaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Klik kanan pada row hea&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;der&lt;/strong&gt; setelah di blok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pilih Tabel Properties&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada menu tabel properties, &lt;strong&gt;pilih Row&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada menu Row, &lt;strong&gt;hilangkan tanda centang allow row to break  acroos pages&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masih pada menu Row, &lt;strong&gt;beri tanda centang repeat as header row  at the top of each page&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Klik OK&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bYT4BieQonw/Tark7PCuv4I/AAAAAAAAAEk/P7BlEd_1JKM/s1600/Memunculkan-Baris-Pertama-Judul-Tabel.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 409px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bYT4BieQonw/Tark7PCuv4I/AAAAAAAAAEk/P7BlEd_1JKM/s320/Memunculkan-Baris-Pertama-Judul-Tabel.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596537193262661506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk memastikan cara diatas berfungsi  atomatis, sebaiknya tabel yang dibuat telah lebih dari satu halaman.  Kelebihan cara ini adalah apabila row header (baris judul tabel)  terdapat perubahan, maka pada halaman selanjutnya atomatis juga akan  berubah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selamat mencoba.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565867477073404725-6449528992883227307?l=sutono-hc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/6449528992883227307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2011/04/memunculkan-baris-judul-tabel-di-tiap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/6449528992883227307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/6449528992883227307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2011/04/memunculkan-baris-judul-tabel-di-tiap.html' title=''/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bYT4BieQonw/Tark7PCuv4I/AAAAAAAAAEk/P7BlEd_1JKM/s72-c/Memunculkan-Baris-Pertama-Judul-Tabel.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725.post-486270652301072956</id><published>2010-11-30T21:14:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T09:25:55.471-08:00</updated><title type='text'>Gerakan Sholat Mengandung Terapi Kesehatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/TPfWYruhcrI/AAAAAAAAADc/WGUL5lnNg3Q/s1600/sholat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/TPfWYruhcrI/AAAAAAAAADc/WGUL5lnNg3Q/s320/sholat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546137185673114290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sholat itu tiang agama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu hadits Nabi disebutkan “asholatu imanuddin“, sholat itu adalah tiang agama, orang yang sholat adalah yang menghidupkan agama dan orang yang tidak sholat adalah yang mematikan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah sholat merupakan tiang agama, maka siapa yang sholat dia telah menegakkan agamanya, dan yang tidak sholat berarti dia telah menghancurkan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan ulama-ulama tasawuf yang ditinjau dari filsafat Rasulullah SAW, mengungkapkan sholat itu merupakan tiang agama. Agama memiliki 3 (tiga) pilar yaitu :&lt;br /&gt;Iman&lt;br /&gt;Ikhsan&lt;br /&gt;Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Aqidah dengan ilmu tauhidnya, ikhsan : tashawuf, moral akhlaknya dan Islam : syariah ilmu fikihnya. Kalau dikatakan bahwa sholat merupakan tiang agama berarti sholat itu menunjang keimanan, menunjang syariah dan menyempurnakan akhlak manusia. Kemudian bagaimana letak Aqidah keimanan di dalam sholat itu terbagi menjadi 6 (enam) komitmen iman di dalam sholat menurut khujjatul Islam, Imam Ghozali adalah :&lt;br /&gt;Komitmen untuk membesarkan Allah SWT, itu merupakan isi sholat.&lt;br /&gt;Komitmen untuk mengagungkan Allah SWT.&lt;br /&gt;Komitmen untuk memuji Allah SWT.&lt;br /&gt;Lomitmen untuk mensucikan Allah.&lt;br /&gt;Komitmen untuk mengesakan Allah.&lt;br /&gt;Do’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semua ucapan dan gerakan sholat menjawab keenam komitmen tersebut. Kenapa berdiri, mau membesarkan. Kenapa harus mengangkat tangan, cara kita untuk membesarkan. Ada ruku, mau mengagungkan Allah, ada I’tidal, untuk memuji Allah, ada Sujud untuk mensucikan Allah. Kita duduk antara dua Sujud, adab untuk berdo’a. Kita tahiyat untuk mengesakan Allah, jadi semua dijawab baik ucapan maupun gerakan. Dalam ucapanpun sama seperti iftitah adab berdoa, ada fatihah yang dirukunkan untuk memuji. Ada ayat yang dibaca untuk mensucikan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan moral dan akhlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fenomena keragaman di Indonesia ini ada kerawanan, banyaknya aliran-aliran sesat, munculnya nabi-nabi palsu ini merupakan fenomena di akhir zaman. Memang Rasulullah SAW mengungkapkan dalam hadits ada 71 golongan, yaitu 1 ke surga dan 70 ke neraka. Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, 1 ke surga dan 71 ke neraka. Umatku terpecah menjadi 73 golongan, yaitu 1 ke surga dan 72 ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain pun sudah diterangkan bahwa ciri-ciri hari kiamat, kata nabi tidak akan terjadi kiamat sebelum dimunculkan 30 nabi palsu seperti dajjal. Dalam salah satu penelitian dari Islamic center di London beberapa tahun yang lalu bahwa terungkap dari bukti-bukti sejarah dan fakta yang mereka lihat, mereka teliti serta mereka pelajari selama 14 abad tidak kurang dari 10 nabi palsu sudah muncul dengan pengikut yang banyak termasuk di Meksiko , ada Aulia Muhammad, di Pakistan ada Mirza Ghulam Ahmad, di India Utara ada Sai Baba sudah mengaku nabi lagi dengan pengikutnya sudah jutaan orang. Diperkirakan pada tahun 2015 ada yang mendakwahkan dirinya menjadi tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asholatu imanuddin, sholat adalah tiang agama yaitu pilar agama adalah keimanan, dengan keimanan itu akan menghidupkan sholat. Ikhsan, akhlak dan moral yang berarti ibadah sholat itu akan membentuk akhlak dan moral. Jika dibahas satu persatu ada 9 (sembilan) gerakan sholat yang dibahas oleh Imam Bukhori, dimana letak pembentukan moral dan akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud mengajarkan manusia tawadhu rendah hati karena ada sifat sombong dan apa yang kita banggakan semuanya pasti jatuh ke bawah. Harta jangan disombongkan karena tidak dibawa mati, pangkat jangan disombongkan karena ada waktu pensiun. Ilmupun jangan disombongkan karena dari Allah. Kegagahan tidak perlu dibanggakan karena ada waktu sakit, semuanya itu perlu dilatih melalui ibadah Sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ruku yang mengagungkan Allah, dan kesempurnaan hanya milik Allah. Kita sadar pada waktu ruku karena manusia tidak ada yang sempurna. I’tidal untuk memuji Allah, agar supaya kita mau mensyukuri nikmat dan jangan menjadi orang yang serakah dan kufur nikmat. Salam merupakan penjabaran dari silaturahmi antara satu mukmin dengan mukmin yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat itu tiang agama adalah membentuk iman, membentuk syariat dan membentuk moral. Makna syariat adalah untuk melatih disiplin, selama ini kita hanya mengandalkan sisi fikihnya saja seperti wajib, haram, sunnah, makruh dan mubah, tetapi kalau dilihat dari segi filsafat syariat ini justru akan memberikan hikmah, dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya di dalam Al qur’an tidak kurang dari 40 sasaran ayat sholat. Ada sholat yang dihubungkan ibadah dengan do’a, dengan keluarga, dengan ekonomi, dengan gerakan dan dengan waktu. Sekarang ada pertanyaan kenapa Allah SWT menetapkan untuk melakukan sholat? Dalam tafsir ilmiah Al Azhar Kairo, itu terbantu oleh penelitian dari ilmuwan Cina, kenapa Allah menetapkan waktu-waktu sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan mengandung energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku kuno Cina telah mengungkapkan periode alam semesta dalam 24 jam ini rupanya terjadi beberapa periode. Dalam buku itu terjawab ada hubungan antara manusia dengan alam di sekitar dan ini melalui waktu sholat terbukti bahwa energi alam dengan manusia terjadi sirkulasi yang amat seimbang, makanya Allah SWT menetapkan waktu-waktu sholat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sholat harus 5 kali dalam sehari ? Menurut pendapat ilmuwan Cina :&lt;br /&gt;Ada energi api akan keluar pada waktu jam 12.00 siang sampai sore, untuk mengobati jantung dan ginjal itu .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam gerakan sholat ashar adalah siklus dari panas ke dingin mereka menyebutnya terapi kandung kemih. Secara alamiah gerakan ashar itu ternyata memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita. Ada energi air yang keluar pada waktu jam 6 sore setelah terbenamnya matahari yang mereka menyebutnya bahwa maghrib itu menterapi ginjal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gerakan isya yaitu setelah mega merah hilang, ini mereka menyebutnya sebagai terapi yang mengurangi kelebihan energi. Ada energi kayu yang keluar pada waktu jam 11 malam, dia yang menghancurkan racun-racun yang ada dibadan kita, dan menurut ilmuwan Cina racun itu bakar kayu untuk membuang racun di otak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian jam 02 pagi otak dibersihkan oleh energi kayu, dan selanjutnya Allah menyediakan dan mengisinya untuk sholat tahajud pada waktu sepertiga malam. Ilmuwan di Jerman melakukan penelitian Prof. Dr. Sholeh seorang guru besar Universitas Airlangga, telah membuktikan bahwa tahadjud yang teratur dan disiplin akan mencegah kanker, stres dan infeksi oleh sebab itu jika orang melakukan dengan teratur memiliki emosi yang positif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Energi udara keluar pada jam 02 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam 03 pagi energi logam yang menterapi kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam 06 pagi melakukan sholat dhuha untuk menterapi pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gerakan sholat para ilmuwan Cina bahwa 9 (sembilan) gerakan sholat, atau disebut dengan gerakan suprayoga karena energi itu akan masuk ke syaraf di tangan dan cara yang paling tepat untuk menangkap energi itu karena kita takbir waktu mengawali sholat, takbir waktu bangun dari ruku di situlah energi masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rasulullah SAW meletakkan pergelangan tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri yang berarti tangan kiri dijepit oleh jari tangan kanan, menjepit pembuluh balik tangan kiri yang menyebabkan pembuluh tangan kanan mengembang selama imam membacakan al fatihah dan surah. Di saat kita mau ruku tangan diangkat semprotan dari tangan kanan itu langsung ke telinga ke mata dan sebahagian otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruku melenturkan memori otak dan ginjal. Sujud menurut para ilmuwan Cina korener dan oksigen, posisi Sujud pembuluh jantung mengembang. Duduk pada tahiyat awal mereka mengatakan pembakaran mengefektifkan kelenjer keringat dan pencegahan pengapuran dan tahiyat akhir menterapi keseimbangan dan wasir. Duduk antara dua Sujud mereka menyebutnya duduk keperkasaan karena menarik syaraf dibawah lutut dan dipangkal paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita tidak heran bahwa Allah menekankan gerakan sholat dan waktu sholat, ini merupakan syariah yang menerapi kita dan harus diperhatikan dan itulah makna asholatu imanuddin dan sholat merupakan tiang agama. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kemudahan bagi kita. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565867477073404725-486270652301072956?l=sutono-hc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/486270652301072956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/11/gerakan-sholat-mengandung-terapi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/486270652301072956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/486270652301072956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/11/gerakan-sholat-mengandung-terapi.html' title='Gerakan Sholat Mengandung Terapi Kesehatan'/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/TPfWYruhcrI/AAAAAAAAADc/WGUL5lnNg3Q/s72-c/sholat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725.post-4000195514428034903</id><published>2010-08-27T15:28:00.001-07:00</published><updated>2010-11-24T14:47:44.284-08:00</updated><title type='text'>ASAL USUL NAMA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;!-- item --&gt;                                     &lt;h1&gt;&lt;a href="http://pencarisurga.blog.friendster.com/2009/03/asal-usul-nama-indonesia/" rel="bookmark"&gt;ASAL USUL NAMA INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;                                                  &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pencarisurga.blog.friendster.com/files/map1_lg.gif"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-208 aligncenter" title="map1_lg" src="http://pencarisurga.blog.friendster.com/files/map1_lg-300x246.gif" alt="" width="300" height="246" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin sebagian besar penduduk  Indonesia &lt;span style="font-size:12pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt; tidak mengetahui secara pasti bagaimana  sejarah &lt;a href="http://www.senandunghidup.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nama Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, kalaupun ada  yang tahu itu dipastikan hanya sekian persen dari keseluruhan Warga  Negara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;. Padahal sangatlah penting kita mengetahui  bagaimana asal usul nama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt; yang sekarang ini kita pakai. Oleh sebab itu  saya mencoba mencari tahu tentang &lt;a href="http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=2368"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Asal-usul Nama Negara Indonesia&lt;/span&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ditemani mbah google saya telusuri  sebait demi sebait, alhamdulillah saya menemukan sebuah situs yang  mengutip sekilas tentang asal-usul Nama Indonesia, dari situ saya  tertarik untuk mebuat postingan tentang Asal-usul Nama Indonesia. semoga  dari blog yang sederhana ini dapat menumbuh kembangkan rasa cinta tanah  air kita sebagai Bangsa Indonesi. Amien…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman purba, kepulauan tanah air  disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan  kepulauan tanah air dinamai &lt;strong&gt;Nan-hai&lt;/strong&gt; (Kepulauan Laut  Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini &lt;strong&gt;Dwipantara&lt;/strong&gt;  (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta &lt;em&gt;dwipa&lt;/em&gt;  (pulau) dan &lt;em&gt;antara&lt;/em&gt; (luar, seberang). Kisah Ramayana karya  pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang  diculik Rahwana, sampai ke &lt;strong&gt;Suwarnadwipa&lt;/strong&gt; (Pulau Emas,  yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bangsa Arab menyebut tanah air kita &lt;strong&gt;Jaza’ir  al-Jawi&lt;/strong&gt; (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah &lt;em&gt;benzoe&lt;/em&gt;,  berasal dari bahasa Arab &lt;em&gt;luban jawi&lt;/em&gt; (kemenyan Jawa), sebab  para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon &lt;em&gt;Styrax  sumatrana&lt;/em&gt; yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini  jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan  orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal  Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau  itu dikenal sebagai &lt;em&gt;kulluh Jawi&lt;/em&gt; (semuanya Jawa).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali  datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab,  Persia, India  dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan  Tiongkok semuanya adalah “&lt;strong&gt;Hindia&lt;/strong&gt;“. Semenanjung Asia  Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai  “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “&lt;strong&gt;Kepulauan  Hindia&lt;/strong&gt;” (&lt;em&gt;Indische Archipel&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Indian Archipelago&lt;/em&gt;,  &lt;em&gt;l’Archipel Indien&lt;/em&gt;) atau “&lt;strong&gt;Hindia Timur&lt;/strong&gt;” (&lt;em&gt;Oost  Indie&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;East Indies&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Indes Orientales&lt;/em&gt;). Nama lain  yang juga dipakai adalah “&lt;strong&gt;Kepulauan Melayu&lt;/strong&gt;” (&lt;em&gt;Maleische  Archipel&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Malay Archipelago&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;l’Archipel Malais&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada jaman penjajahan Belanda, nama  resmi yang digunakan adalah &lt;strong&gt;Nederlandsch-Indie&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;Hindia  Belanda&lt;/strong&gt;), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945  memakai istilah &lt;strong&gt;To-Indo&lt;/strong&gt; (Hindia Timur).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ),  yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang  spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu &lt;strong&gt;Insulinde&lt;/strong&gt;,  yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin &lt;em&gt;insula&lt;/em&gt;  berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Nusantara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1920, Ernest Francois Eugene  Douwes Dekker ( 1879 – 1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu  dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita  yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah &lt;strong&gt;Nusantara&lt;/strong&gt;,  suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi  mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang  ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh JLA.  Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Nusantara yang diusulkan  Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada  masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di  luar Jawa (&lt;em&gt;antara&lt;/em&gt; dalam Bahasa Sansekerta artinya luar,  seberang) sebagai lawan dari &lt;em&gt;Jawadwipa&lt;/em&gt; (Pulau Jawa). Sumpah  Palapa dari Gajah Mada tertulis “&lt;em&gt;Lamun huwus kalah nusantara, isun  amukti palapa&lt;/em&gt;” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya  menikmati istirahat).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman  Majapahit yang berkonotasi &lt;em&gt;jahiliyah&lt;/em&gt; itu diberi pengertian yang  nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli &lt;em&gt;antara&lt;/em&gt;, maka  Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua  dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara  yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi  populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai hari ini istilah nusantara tetap  dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia"&gt;&lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1847 di Singapura terbit  sebuah majalah ilmiah tahunan, &lt;em&gt;Journal of the Indian Archipelago and  Eastern Asia&lt;/em&gt; (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (  1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari  Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi  bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan  diri sebagai redaksi majalah JIAEA.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850,  halaman 66-74, Earl menulis artikel &lt;em&gt;On the Leading Characteristics  of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations&lt;/em&gt;. Dalam  artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk  Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (&lt;em&gt;a  distinctive name&lt;/em&gt;), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering  rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan  nama: &lt;strong&gt;Indunesia&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;Malayunesia&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;nesos&lt;/em&gt;  dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu  tertulis:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;…  the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would  become respectively Indunesians or Malayunesians&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Earl sendiri menyatakan memilih nama  Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia),  sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia  bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl  berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini.  Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan  tidak memakai istilah Indunesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman  252-347, James Richardson Logan menulis artikel The &lt;em&gt;Ethnology of the  Indian Archipelago&lt;/em&gt;. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan  perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “&lt;strong&gt;Indian  Archipelago&lt;/strong&gt;” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut  nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o  agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia"&gt;&lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk pertama kalinya kata Indonesia  muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Mr.  Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in  favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Indonesia&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,  which is merely a shorter synonym for the &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Indian&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Islands&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  or the Indian Archipelago&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika mengusulkan nama “Indonesia”  agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan  menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan  nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun  pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi  dan geografi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1884 guru besar etnologi di  Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan  buku &lt;em&gt;Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel&lt;/em&gt;  sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara  ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang  memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga  sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian.  Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam &lt;em&gt;Encyclopedie  van Nederlandsch-Indie&lt;/em&gt; tahun 1918. Padahal Bastian mengambil  istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pribumi yang mula-mula menggunakan  istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ).  Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah  biro pers dengan nama &lt;em&gt;Indonesische Pers-bureau&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia"&gt;&lt;strong&gt;indonesisch&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;  (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh  Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander  (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Identitas Politik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia”  yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil  alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga  nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu  bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda  mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad  Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di  Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda  (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama  menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah  mereka, &lt;em&gt;Hindia Poetra&lt;/em&gt;, berganti nama menjadi &lt;em&gt;Indonesia  Merdeka&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;“Negara  Indonesia Merdeka yang akan datang (&lt;em&gt;de toekomstige vrije  Indonesische staat&lt;/em&gt;) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak  “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang  asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een  politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air  di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier)  akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan  Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Pada tahun 1925, Jong  Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij  (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula  menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan  sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi   Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan  Sumpah Pemuda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan Agustus 1939 tiga orang  anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad  Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo,  mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia”  diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda  menolak mosi ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan jatuhnya tanah air ke tangan  Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Lalu  pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia"&gt;&lt;strong&gt;Republik  Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565867477073404725-4000195514428034903?l=sutono-hc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/4000195514428034903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/08/asal-usul-nama-indonesia-saya-yakin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/4000195514428034903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/4000195514428034903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/08/asal-usul-nama-indonesia-saya-yakin.html' title='ASAL USUL NAMA INDONESIA'/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725.post-9056699393213338028</id><published>2010-05-30T16:21:00.001-07:00</published><updated>2010-05-30T16:22:38.042-07:00</updated><title type='text'>Setting Outlook untuk Yahoo! mail</title><content type='html'>1.Pastikan account anda adalah account yahoo lokal  contoh:useranda@yahoo.co.id&lt;br /&gt;(penting), bukan yang yahoo.com, untuk yg yahoo.com harus ada tambahan&lt;br /&gt;software sebagai gatewaynya namanya YPops.&lt;br /&gt;2.Login ke Yahoo mail anda, klik ‘Opsi’ yang ada di pojok kanan atas,  lalu klik ‘akses&lt;br /&gt;penerusan surat’, lalu cheklist bagian ‘Akses Web &amp;amp; POP’, lalu klik  ’simpan’.&lt;br /&gt;3.Buka Outlook Express, Klik Tool -&gt; Accounts -&gt; Mail – lalu klik  Add -&gt; mail untuk&lt;br /&gt;membuat account.&lt;br /&gt;4.Masukkan nama anda, nama ini akan digunakan sebagai nama pengirim di  setiap&lt;br /&gt;email yg anda kirim.&lt;br /&gt;5.Masukkan alamat email yahoo anda. ingat, yg .co.id bukan yang .com&lt;br /&gt;6.Isi Incoming mail… dengan : pop.mail.yahoo.com&lt;br /&gt;7.Isi Outgoing mail… dengan : smtp.mail.yahoo.com, klik NEXT.&lt;br /&gt;8.Account Name : isi dengan Yahoo ID anda tanpa embel-embel @yahoo.co.id&lt;br /&gt;(cukup yahoo ID nya saja). contoh : email address=tejo@yahoo.co.id -&gt;  berarti&lt;br /&gt;yahoo ID nya = tejo.&lt;br /&gt;9.Masukkan password yahoo anda, dan checklist bagian ‘remember  password’. Klik&lt;br /&gt;NEXT, dan FINISH.&lt;br /&gt;10.Pilih Account yg baru saja anda buat, lalu klik properties. Pilih Tab  ‘Servers’ dan&lt;br /&gt;checklist bagian ‘My server requires authentication’&lt;br /&gt;11.Klik OK. (Done.. )&lt;br /&gt;Sekarang, coba klik Send/Receive untuk mendownload email atau men-check  apakah&lt;br /&gt;ada email yg masuk atau tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565867477073404725-9056699393213338028?l=sutono-hc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/9056699393213338028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/05/setting-outlook-untuk-yahoo-mail.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/9056699393213338028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/9056699393213338028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/05/setting-outlook-untuk-yahoo-mail.html' title='Setting Outlook untuk Yahoo! mail'/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725.post-7220507444376305630</id><published>2010-05-29T17:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T17:41:01.089-07:00</updated><title type='text'>Setting Outlook untuk Gmail</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPSMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;1. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aktifkan settingan POP di Gmail anda.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;2. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Buka Outlook Express&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;3. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Isi Incoming mail… dengan : &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;pop.gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;4. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Isi Outgoing mail… dengan : &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;smtp.gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;5. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Isi account name dengan alamat email lengkap dengan embel-embel @gmail.com&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;      contoh : &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:blue;"   &gt;saya@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;6. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Klik Tool -&gt; Accounts -&gt; Mail. Pilih Account anda lalu klik Properties&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;7. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pilih bagian Advanced.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;8. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Isi kolom Outgoing…(SMTP) = &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;465 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;dan checklist “This server…(SSL)”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;9. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Isi kolom Incoming…(POP3) = &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPS-BoldMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;995 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;dan checklist “This server…(SSL)”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;10.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pilih Account yg baru saja anda buat, lalu klik properties. Pilih Tab ‘Servers’ dan&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;checklist bagian ‘My server requires authentication’&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;11.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Klik OK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:11pt;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TimesNewRomanPSMT;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565867477073404725-7220507444376305630?l=sutono-hc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/7220507444376305630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/05/setting-outlook-untuk-gmail.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/7220507444376305630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/7220507444376305630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/05/setting-outlook-untuk-gmail.html' title='Setting Outlook untuk Gmail'/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565867477073404725.post-8735126597206054228</id><published>2010-04-19T23:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:13:16.412-07:00</updated><title type='text'>SEJARAH ISLAM DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSCHOOL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 53.95pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 30 Hijri atau 6&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/S81FPwpN7II/AAAAAAAAABU/Li339_l9aWo/s1600/indonesia_adm_2002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 371px; height: 253px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/S81FPwpN7II/AAAAAAAAABU/Li339_l9aWo/s320/indonesia_adm_2002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462098060128414850" border="0"&gt;&lt;/a&gt;51 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, &lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;, serta &lt;st1:place st="on"&gt;Ternate&lt;/st1:place&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam &lt;i&gt;The Preaching of Islam&lt;/i&gt; mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai &lt;i&gt;rahmatan lil'alamin&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam &lt;i&gt;Tarikh Hadramaut&lt;/i&gt;, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;to be continous&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565867477073404725-8735126597206054228?l=sutono-hc.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sutono-hc.blogspot.com/feeds/8735126597206054228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/04/sejarah-islam-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/8735126597206054228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565867477073404725/posts/default/8735126597206054228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sutono-hc.blogspot.com/2010/04/sejarah-islam-di-indonesia.html' title='SEJARAH ISLAM DI INDONESIA'/><author><name>Sutono, S.Pd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05907613864693745823</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/SwZ-cOb2nYI/AAAAAAAAAAc/50RM379SaIU/S220/sutono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZTX0hjqfAzE/S81FPwpN7II/AAAAAAAAABU/Li339_l9aWo/s72-c/indonesia_adm_2002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
